1.
Manusia
dan Kasih Sayang
·
Pengertian
Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang
(kepada) atauppun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan
kata Kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas
kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka
(sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta sama sekali bukan nafsu, pernyataan tersebut sangat penting khususnya
bagi remaja yang tingkat nafsu seksualnya sedang bergejolak. Perbedaan antara
cinta dan nafsu adalah :
- Cinta bersifat manusiaw, hanya pada manusialah Cinta timbul dan berkembang,
sedangkan pada binatang terbats pada naluri untuk melindungi.
- Cinta bersifat rokhaniah, sedangkan cinta sifatnya jasmaniah. Rasa cinta
dapat memberikan semangat dalam hidup bagi orang yang mencintai dan bagi yang
menerimanya, dirasakan sebagai kebahagiaan. Sedangkan nafsu cenderung memuaskan
dorongan seks semata.
- Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu senantiasa menuntut.
Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm (1983:24-27) menyebutkan bahwa cinta
itu terutama member bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar
tertentu yaitu:
- Pengasuhan, contohnya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya.
- Tanggung Jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasar atas suka rela,
oleh karena itu tanggung jawab merupakan penyelenggaraan atas kebutuhan fisik.
- Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan
pribadi orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan
sebagaimana adanya.
- Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Pengertian tentang cinta juga diungkapkan
oleh Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta, bukan
cinta segitiga. Dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur yaitu
keterikatan, keintiman, kemesraan.
- Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai,
segala prioritas hanya untuk dia.
- Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan
bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar
memanggil nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari
satu piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia, dst.
- Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh
atau lama tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium,
merangkul, dsb.
Setelah diberikan uraian tentang cinta sejati oleh tiga ahli di atas, berikut
ini akan dijelaskan masalah kasih. Telah dikemukakan bahwa kasih adalah
perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasih.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Dr.
Sarlito, lin halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih
Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak
hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah,
lembut dan kasih sayang.
Di dalam kitab suci Al-Qur’an, ditemui adanya fenomena cinta yang tersembunyi
di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingakatan : Tinggi, menengah dan
rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firmn Alloh dalam
surah At-Taubah ayat 24 yang artinya :
Katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu,
harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu
cintai dari pada Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalannya,maka tunggulah
sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang fasik.
Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di
jalan Allah. Cinta tingkat menengahh adalah cinta kepada orang tua, anak,
saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cint yang lebih
mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
·
Cinta
menurut ajaran agama
- Cinta Diri
Cinta Diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Al-Qur’an telah
mengungkpkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini,
kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi
dirinya, dan menghindari diri dari segala sesuatu yang membahayakan kesalahan
dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammd SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui
hal-hl gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan
menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
- Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh
keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus
membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Allah ketika member
isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak
pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menurus
untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia
yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang
yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri
dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu.
- Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam
melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama ntara suami dan istri. Ia
merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram
kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. QS,
Ar-Rum, 30:21)
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi
penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan
seksual terbentuk keluarga.
- Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh
iktan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-ankanya,
maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah
dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melaikan dorongan psikis.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kasih nabi Nuh as. Betapa
cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh
rasa cinta. Kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak
tenggelam ditelan ombak :
“…Dan nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di tempat yang jauh
terpencil – : “Hai…anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu
berada bersama-sama orang-orang yang kafir”.(QS, Yusuf, 12:84)
- Cinta Kepada Rasul
Cinta kepad rasul, yang ditulis Allah sebagai rahmh bagi seluruh alam semesta,
menduduki peringkt ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul
merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun
berbagai sifat luhur lainnya.
·
Kasih
sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum
bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwardarminta adalah perasaan sayang,
perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar
atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan,
kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga
keduaanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
Kasih Sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan
orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan
kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh
lebih dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubunan yang harmonis
akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan
anak.
Aadanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang
tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebalikya.
Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
a. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa
moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja,
mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut,
kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder,
sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
b. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat
aktif.
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang
tuanya, kasih sayang ini di berikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja
tingakah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
c. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat
pasif.
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya
sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin,
tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur
jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
d. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat
aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan
sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim
dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
·
Kemesraan
Kemesran berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan
simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita
yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih
sayang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya kasih mengatakan “jika
seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, is terlempar
keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”.
Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita, dan
menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam
evolusi kita.
Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan
sucinya cinta itu. Bila seorang mengobral cinta, maka orang itu termasuk nilai
cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinnya sendiri. Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan
berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
·
Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia
kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan
manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini
ialah karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang
sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi tuhan juga
penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu
ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan
itu manusia memujanya. Dalam surat Al-Mu’minin ayat 98 dinyatakan,” Dan aku
berlindung kepada mu. Ya tuhanku, dari kehadirannya di dekatku.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa
pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta
semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia
ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas
segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar
ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekutangan yang ada
padanya, dan lain-lain
·
Belas
kasihan
Belas
kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas emosional empati dan
simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu
sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar
ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian
. Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti
individu belas kasih yang sering diberi milik kedalaman,kekuatan atau gairah .
Lebih
kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk
meringankan penderitaan orang lain. Hal ini sering, meskipun tidak pasti,
komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam
etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan
oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin
mereka lakukan untuk Anda
·
Cinta
kasih erotis
Cinta
kasih erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan
dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat
ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih
yang paling tidak dapat di percaya.
Pertama-tama
cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif
berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu
terdapat diantara 2orang yang asing 1sama lain. Tetapi seperti yang telah di
katakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini
pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Dalam cinta kasih erotis terdapat
ekskllusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta
kasih keibuan.
Ciri-ciri
eksklusif dalam cinta kasih erotis ini perlu di bicarakan lebih lanjut. Kerap
kali eksklusivitas dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan di artikan
sebagai suatu ikatan hak milik. Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta
kasih, mempunyai 1 pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan
mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya, dan menerima pribadi orang lain
yang sedalam-dalamnya
2.
Manusia
dan keindahan
·
Pengertian
Keindahan
Keindahan,
sering diutarakan kepada situasi tertentu, artik kata keindahan yaitu berasal
dari kata indah,artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran
adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran
berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya
tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera
mode, kedaerahan atau lokal.
Apakah
keindahan Itu ?
Sebenarnya
sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu
konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu
baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu
karya.
Menurut
cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan
sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa
Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful”
(benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini
kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan
menurut luasnya pengertian; yakni
1.
keindahan
dalam arti luas
2.
keindahan
dalam arti estetis murni
3.
keindahan
dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan
alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang
didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang
indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai
sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang
indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah
pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga
mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk
keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan
pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni,
keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
·
Renungan
Renungan berasal dari kata renung artinya diam-diam memikirkan
sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil
merenung. Dalam merenung untuk menghasilkan sesuatu ada beberapa teori.
·
Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi,
artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena, dan sesuai itu
mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran, dan seimbang.
3.
Manusian
dan penderitaan
·
Pengertian
penderitaan
Pengertian penderitaan berasal dari kata derita.Kata
derita berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung.
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitan termasuk
realiitas dunia dan manusia. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu
sudah merupakan "resiko" hidup. Baik dalam Al Quran maupun kitab suci
agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang
dialami ileh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya
penderitaan. Hal itu misalnya dalam surat AlQur'an Al Insyiqoq:6 dinyatakan
"manusia ialah mahluk yang hidupnya penuh perjuangan".
Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
·
Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan
atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohkhani. Di dalam kitab
suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat
nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah,
mencuri, makan harta anak yatin dan sebagainya. Siksaan yang dialami manusia
dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media
masa. Dengan demikian jelaslah di satu pihak kasus siksaan, perkosaan,
perampokan pembunuhan dan lain-lain meruopakan sumber keuntungan. Siksaan yang
sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan
dialami oleh seorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan
mana yang akan diambil. kesepian dialami oleh seorang merupakan rasa sepi dalam
dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam linkungan orang ramai. Seperti
halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat diatasi agar seorang jangan terus
menerus merasakan penderitaan batin. Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat
menyebabkandapat menyebabkan seorang mengalami siksaan batin.
·
Kekalutan
mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai
kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan
sebagai gangguan kejiawan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersngkutan bertingkah secara kurang wajar.
Penderitaan maupun siksaan yang dialami oleh manusia memang merupakan beban
berat, sehingga dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam hidupnya.
·
Penderitaan
dan perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat
ataupun ringan. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah
menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdiran bukan hannya
untuk bahagia, melainkan juga menderita. Pembebasan dari penderitaan pada
hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Apabila kita memperhatikan dan
membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang di dunia, sebagian dari
kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh perjuangan
·
Penderitaan
media masa dan seniman
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi
penderitaan itu lebih besar. Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan
manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang dan lain-lain. berita
mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV,
pesawat radio, dengan maksud suoaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan
dari jauh penderitaan manusia. Media massa merupakan alat yang paling tepat
untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat
kepada masyarakat.
·
Penderitaan
dan sebab-sebabnya
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan
sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat di perinci
sebagai berikut: a) Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk
manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan sesama manusia
dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Perbuatan buruk manusia terhadap
lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia. b) Penderitaan manusia
dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan.
·
Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh
pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat
berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan
karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini
diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak
berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat
timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah
hidup
4.
Manusia
dan keadilan
·
Pengertian
keadilan
Menurut Aristoteles:
Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai
titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu
sedikit., kedua ujung tersebut menyangkut 2 orang atau benda. Bila kedua orang
tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan, maka
masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
Menurut Plato:
Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga akan dikatakan adil adalah
orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Menurut Socrates:
Keadilan diproyeksikan pada pemerintahan. Keadilantercipta bilamana warga
Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya
dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, karena pemerintah adalah
pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Menurut Kong hu cu:
Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak dan ayah sebagai ayah. Kemudian raja
sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini
terbatas pada nilai-nilai tertentu.
Menurut pendapat umum:Keadilan
adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan
terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban.
·
Keadilan
sosial
Bung Hatta dalam uraiannya
mengenai sila “keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai
berikut “keadilan social adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan
Indonesia yang adil dan makmur.” Selanjutnya diuraikan bahwa para pemimpin
Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan social dalam
bidang ekonomi adalah dapat mencapai kemakmuran yang merata. Langkah-langkah
menuju kemakmuran yang merata diuraikan secara terperinci:
Panitia ad-hoc majelis
permusyawaratan rakyat sementara 1966 memberikan perumusan:
“sila keadilan social mengandung prinsip bahwa setiap orang Indonesia akan
mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hokum, politik, ekonomi dan
kebudayaan.”
Dalam ketetapan MPR RI
No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila (ekaprasetia
pancakarsa) sicantumkan ketentuan sebagai berikut:
“dengan sila keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia
menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan social dalam
kehidupan masyarakat Indonesia.”
Selanjutnya untuk mewujudkan
keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni:
1) perbuatan luhur yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Sikap adil terhaclap sesama. rnenjaaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
serta menghormati hak-hak orang lain.
3) sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4) sikap suka bekerja keras
5) sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai
kemajuan dan kesejahleraan bersama
·
Berbagai
macam keadilan
A) Keadilan Legal atau Keadilan
Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dan
masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang
adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasamya paling cocok
baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral,
sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.
Keadilan timbul karna penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang
selaras kepada bagian-hagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud
dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara
baik.
B. Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice
is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun
dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara
Ali dan Budi. yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali
menerima Rp. 100.000.- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila
besar hadiah Ali dan Budi sama justru hal tersebut tidak adil.
C. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan
ketertiban dalam rnasyarakat Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim
menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam
masyarakat.
·
Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa
yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya
apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang
ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang
bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang
dikatakan haruis sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga
menepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata atau
perbuatan.
Kejujuran bersangkut erat dengan
masalah nurani. Menurut.Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani. filsafat berfikir.
yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah
ini menyimpan suatu getaran kejujuran. ketulusan dalam meneropong kebenaran
lokal maupun kebenaran Iliahi. (M.Alanisyah.1986:83). Nurani yang
diperkembangkan dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan
keyakinan. Jadi getaran kejujuran ataupun ketulusan dapat ditingkatkan menjadi
suatu keyakinan, dan atas diri keyakinannya maka seseorang diketahui
kepribadiannya. Orang yang memiliki ketulusan tinggi akan memiliki keyakinan
yang matang. sebabnya orang yang hatinya tidak bersih dan mau berpikir curang.
memiliki keprihadian yang buruk dan rendah dan sering tidak yakin pada dirinya.
Karena apa yang ada dalam nuraninya banyak dipengaruhi oleh pemikirannya yang
kadang-kadang justru bertentangan
·
Kecurangan
Kecurangan
atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula
dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan
jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan
tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau, orang itu memang dari hatinya sudah
berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha?
Sudah tentu keuntungan itu diperoleh dengan tidak wajar. Yang dimaksud dengan
keuntungan di sini adalah keuntungan, yang berupa materi. Mereka yang berbuat
curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau keenakan, meskipun orang
lain menderita karenanya.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah.
tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap
sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat
disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila
ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang
mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi
mengumpulkan harta dengan jalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama
tidak diridhoi Tuhan.
·
Perhitungan
hisab dan pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang
lain. reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang,
tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Sebagai contoh, A memberikan makanan kepada B. Di lain kesempatan B memberikan
minuman kepada A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan inl
merupakan pemba]asan.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat
yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada
Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun
diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang.
yaitu siksaan di neraka.
·
Pemulihan
nama baik
Nama
baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak
tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik.
Lebih-lebih jika Ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitamya adalah
suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya.
Ada peribahasa berbunyi “daripada berputih mata
lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu.
Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang
tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan
menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang
tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua
yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa
yang kamu anggap baik, dan jangan kau laksanakan apa yang kau anggap tidak
baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama
baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan
tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu
adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan
perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin
pnbadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan
lain sebagainya.
TULISAN
Manusia dan cinta kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada)
ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih,
artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan.
Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta merupakan perasaan yang lahir dari hati
seseorang dan timbul dengan sendirinya. Dengan kata lain cinta juga disebut
sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain. Cinta
adalah sesuatu yang indah dan mulia, hanya ukuran dan nilai cinta berbeda-beda.
Cinta yang sangat sederhana adalah cinta dan kasih kepada orang tua. Bagi saya
ibu adalah sesosok malaikat tanpa sayap, dari saya di kandungan selama 9 bulan
beliau dengan sabar menjaga dan merawat saya yang masih di dalam kandungan.
Penuh perjuangan beliau melahirkan saya antara hidup dan mati, nyawa yang jadi
taruhannya. Beliau merawat, menjaga, membesarkan, mendidik tanpa kata letih, tanpa kata mengeluh. Apapun
beliau korbankan demi kebahagiaan saya, sampai saya sebesar ini. Ibu ,maafkan
saya yang masih suka melawan, membantah. Maaf ibu, saya belum bisa membuat ibu
bangga dan bahagia. Tapi pasti suatu hari nanti saya akan membahagiakan ibu dan
membuat ibu bangga mempunyai anak seperti saya.
Jasa-jasa mu terlalu besar,
pengorbanan mu begitu banyak, kasih sayang mu begitu tulus kepada anakmu ini.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya
datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun,
orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka
berikan untuk membuat kita bahagia.
Orang tua cinta dan sayang terhadap kita itu sepanjang masa,
berbeda dengan anak yang cinta dan sayang kepada orang tua itu hanya sekejap
saja. Mungkin kita tidak pernah sadar kita tidak pernah peduli akan keadaan
orang tua kita dikala mereka tertimpa musibah, baik dari segi ekonomi keluarga
atau terbaring sakit. apa seorang anak bisa mengetahui apa yang telah diderita
oleh orang tua kita?.
Kita wajib sayang dan cinta kepada orang tua kita apalagi
terhadap ibu kita, beliau yang melahirkan kita. Tugas seorang anak yaitu
menjadi yang terbaik untuk orang tua kita karena itu adalah suatu pengabdian
kita kepada mereka.
Orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya sukses,
dengan melihat anaknya yang sukses orang tua merasa puas dengan kerja keras
yang beliau lakukan untuk kita.
Kita seorang anak harus bisa membalas jasa orang tua kita
walaupun ada orang tua yang tidak ingin anaknya membalas jasanya.
Oleh karena itu kita sebagai anak harus patuh dan hormat
kepada orang tua kita dengan rasa cinta kita bisa membuat hubungan kita dengan
orangtua kita menjadi baik.