1. Jelaskan
pengertian mitos, legenda dan cerita rakyat !
Ø
Mitos menurut pengertian Yunani-Romawi kuno, adalah sebuah cerita yang
sebenarnya dikisahkan dengan cara yang dirasa masuk akal. Cerita itu menyangkut
pemberitaan soal perbuatan-perbuatan para dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh
dari zaman purba lainnya. Kronologi di dalam cerita tidak jelas. Para penyalur
cerita nampaknya kurang memperhatikannya. Pada umumnya mitos hampir tidak
dibicarakan di dalam historiografi "ilmiawi" kuno, yang membatasi
diri pada masa sejarah yang tidak terlalu jauh. Meskipun demikian historiografi
jelas tidak menyangkal, bahwa di dalam tradisi mitos ditemukan sebuah isi yang
nyata. Bagi kebudayaan-kebudayaan lain maupun bagi ethnologi, mitos dipandang
sebagai cerita yang benar dan sakral dari waktu purba. mitos dijadikan dasar
untuk menjelaskan gejala-gejala alam sekitar, sejarah, masyarakat maupun hidup
manusia.
Ø
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap
oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh
karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk
history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut
telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan
kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan
untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu
bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor Menurut Pudentia, legenda adalah cerita
yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi
tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Legenda
Ø
Folklor meliputi legenda, musik, sejarah lisan, pepatah, lelucon, takhayul, dongeng, dan kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu budaya, subkultur, ataukelompok.Folklor juga merupakan serangkaian
praktik yang menjadi sarana penyebaran berbagai tradisi budaya.
2. Contoh dari mitos,
legenda dan cerita rakyat !
Mitos :
Ø Dilarang
keluar saat maghrib
Ø Dilarang
berdiri di depan pintu
Ø Dilarang
makan dengan tangan kiri
Ø Anak
gadis dilarang makan di depan pintu
Ø Dilarang
bersiul di malam hari
Ø Dilarang
tidur saat sore hari
Ø Dilarang
memakai payung di dalam rumah
Legenda
:
Ø Sangkuriang
dan terjadinya gunung tangkuban perahu
Ø Malin
kundang
Ø Si
Pitung
Ø Lutung
kasarung
Ø Legenda
ratu pantai selatan
Cerita
Rakyat :
Ø Cerita
rakyat batu putri menangis
Ø Cerita
suri ikun dan dua burung
Ø Dewi
sri merupakan dewi padi orang jawa
Sumber
: http://bom2000.com/category/legenda
Pengetahuan manusia dimulai dari rasa ingin tahu manusia itu sendiri. Rasa
ingin tahu ini sudah dimiliki manusia sejak kecil. Banyak cara untuk memuaskan
rasa ingin tahu manusia. Anak yang belum dapat bertanya senang mencoba-coba hal
yang tidak diketahuinya. Sebagai contoh, anak kecil senang memasukan
barang-barang ke dalam mulutnya hanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Di
tahap selanjutnya anak-anak akan banyak bertanya contohnya “itu apa ?”, “ini bagaimana?”
itu hal yang lumrah dilewati oleh manusia untuk pengembangan diri. Rasa ingin
tahu tersebut akan terpuaskan bila diperoleh pengetahuan yang dia pertanyakan
dengan hal yang benar.
Pengetahuan dapat diperoleh kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu
pendekatan non-ilmiah dan ilmiah.
Pada pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal sehat,
intuisi, prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.
1. Akal sehat
Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h.3) akal sehat adalah serangkaian
konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi
kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat
digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan
hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula menyesatkan.
2. Intuisi
Intuisi adalah penilaian terhadap suatu pengetahuan yang cukup cepat dan
berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepat tanpa melalui proses
yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan ini tidak terdapat hal yang
sistemik.
3. Prasangka
Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti dengan
kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang mengumumkan hal yang
khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi
sebuah prasangka.
4. Penemuan
coba-coba
Pengetahuan yang ditemukan dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak
pasti. Diawali dengan usaha coba-coba atau dapat dikatakan trial and
error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah
pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak selalu sama. Sebagai
contoh seorang anak yang mencoba meraba-raba dinding kemudian tidak sengaja
menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak tersebut terperangah
akan hal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun mengulangi hal yang tadi ia
lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti akan hal tersebut.
5. Pikiran
Kritis
Pikiran kritis ini biasa didapat dari orang yang sudah mengenyam pendidikan
formal yang tinggi sehingga banyak dipercaya benar oleh orang lain, walaupun
tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak semuanya melalui percobaan
yang pasti, terkadang pendapatnya hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.
Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang
terstruktur dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas
teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau
perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa
saja yang ingin memastikan kebenarannya.
Menurut Jujun Suriasumantri, ilmu
pengetahuan dewasa ini telah berkembang menjadi sekitar 650 cabang. Di samping
sudah ada pemberdayaan antara ilmu-ilmu alam atau natural science dengan ilmu-ilmu
sosial, dikenal pula dengan pembedaan ilmu dan ilmu terapan. Pesatnya kemajuan
ilmu pengetahuan, menurut Chalmers, diperkirakan sejak 400 tahun yang lalu,
yaitu sejak Copernicus, Galileo, Kepler, dan yang lebih jelas lagi sejak
Francis Bacon pada abad ke-15 dan 16 sebagai ahli filsafat ilmu yang
mengemukakan perlunya suatu metode dalam mempelajari pengalaman. Bacon
menekankan bahwa eksperimen dan observasi yang intensif merupakan landasan
perkembangan ilmu.
Fakta-fakta di atas menunukkan
bahwa perkembangan ilmu tidak bisa dilepaskan dari rasa keingintahuan yang
besar diiringi dengan usaha-usaha yang sungguh-sungguh melalui penalaran,
percobaan, penyempurnaan, dan berani mengambil resiko tinggi sehingga
menghasilkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi suatu generasi dan menjadi
acuan pertimbangan bagi generasi selanjutnya untuk mengoreksi, menyempurnakan,
mengembangkan, dan menemukan penemuan selanjutnya. Faktor-faktor inilah yang
kemudian menjadi pemacu bagi pesatnya perkembangan ilmu yang melatarbelakangi
semakin cepatnya penemuan dalam bidang teknologi yang kadang membuat sebagian
orang terlena karenanya sehingga tidak sadar bahwa sebagian ilmu yang
disalahgunakan bisa menjadi ancaman serius bagi kehidupan mereka.
Poin penting yang perlu dicatat di
sini adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan
pengembangan moral-spiritual manusianya, karena sebagaimana kita tahu,
perkembangan ilmu pengetahuan selain berdampak positif, ia juga berdampak
negatif bagi kehidupan manusia. Dampak positifnya adalah semakin mempermudah
kehidupan manusia, sementara dampak negatifnya adalah semakin mengancam
kehidupan mereka. Oleh karena itu, agar tatanan kehidupan manusia di dunia ini
tetap lestari, maka perkembangan ilmu mesti diiringi dengan pengembangan
moral-spiritual manusia itu sendiri. Perkembangan ilmu tanpa pengembangan
moral-spiritual bisa menjadi ancaman bagi kehidupan manusia seperti yang bisa
kita rasakan akhir-akhir ini yang berupa penyalahgunaan teknologi nuklir.
Demikian pula pengembangan moral-spiritual tanpa diiringi perkembangan ilmu
bisa menjadikan sebagian manusia kurang kreatif seperti yang terjadi pada orang
Kristen pada zaman kegelapan Eropa. Dengan kata lain, antara otak dan hati
harus mendapatkan porsi perhatian yang seimbang. Sejarah sudah membuktikannya.
Sejarah merupakan disiplin ilmu yang memiliki validitas kebenaran yang tinggi
sehingga layak dijadikan bahan untuk mengambil pelajaran.
Banyak
cerita-cerita mitos yang beredar di kalangan masyarakat,contohnya pun beragam
tapi kebanyakan mitos yang terjadi di masyarakat adalah mitos yang muncul
secara turun temurun dari zaman orang tua kita, kakek dan nenek kita maupun
para leluhur. Contohnya adatiga mitos dari jawa yang masih dipercaya sampai
sekarang, diantaranya :
1. Dilarang
memakai payung di dalam rumah.
Arti dari mitos tersebut ialah karena
memakai payung di dalam rumah sama saja mendoakan orang tua si pemakai payung
meninggal, tapi dari pandangan logisnya ialah, payung berfungsi sebagai
pelindung kita dari terik matahari dan hujan, tetapi posisi kita ada didalam
rumah maka fungsi payung itu menjadi tidak ada, karena rumah sudah mengambil
fungsi besar melebihi payung.
2. Anak
gadis dilarang makan di depan pintu
Arti dari mitos tersebut ialah apabila
ada seorang anak gadis melakukan hal tersebut maka ia akan jauh dari jodohnya,
atau orang yang akan melamarnya mengurungkan niatnya karena ada hal-hal
tertentu. Logisnya ialah pintu adalah sebuat tempat orang keluar masuk dalam
sebuah ruangan, maka apabila ada yang berdiri atau melakukan kegiatan di depan
pintu maka akan menghalangi proses kegiatan yang diharuskan melakukan keluar
masuk ruangan.
3. Dilarang
duduk diatas bantal
Arti mitos tersebut ialah apabila ada
yang menduduki sebuah bantal maka bokongnya akan tumbuh bisul. Logisnya, bantal
berfungsi untuk menaruh kepala kita saat berbaring, jadi apabila diduduki maka
sama saja kita menduduki kepala kita.
Masih banyak lagi mitos-mitos yang
muncul di kalangan masyarakat, tetapi mitos itu tidak hanya dari suku jawa
saja, dari suku lain pun mumgkin memiliki mitos-mitos yang turun temurun dari
para leluhur mereka. Dari sekian banyak mitos yang ada kita dituntut juga untuk
berfikir logis dari mitos tersebut dan meyakini maksudnya. Mungkin sebagian
besar benar dan ada yang salah, itu semua kemabli lagi bagaiman kita
menafsirkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar